Penelitian mengenai mikoremediasi

oleh yahdini qornin mardiyah pada Lintas Isu 
Penelitian mengenai mikoremediasi

JUDUL: Penggunaan Jamur Pelapuk Putih sebagai Agen Bioremediasi Minyak Bumi RINGKASAN EKSEKUTIFAktivitas industri dan penggunaan minyak bumi berpotensi menyebabkan terpaparnya minyak bumi ke lingkungan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no 85 tahun 1999, minyak bumi termasuk ke dalam jenis limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Minyak bumi yang terpapar ke lingkungan… Detil Aksi »

Penjelasan

Summary/Latar Belakang Aksi


JUDUL: Penggunaan Jamur Pelapuk Putih sebagai Agen Bioremediasi Minyak Bumi

RINGKASAN EKSEKUTIF
Aktivitas industri dan penggunaan minyak bumi berpotensi menyebabkan terpaparnya minyak bumi ke lingkungan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no 85 tahun 1999, minyak bumi termasuk ke dalam jenis limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Minyak bumi yang terpapar ke lingkungan harus segera diremediasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan oleh minyak bumi, salah satunya dengan bioremediasi oleh mikroorganisme. Terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi berjalannya bioremediasi, yaitu keberadaan mikroorganisme pendegradasi, kondisi lingkungan yang optimal untuk menstimulasi aktivitas bakteri, komposisi dan toksisitas senyawa hidrokarbon, serta bioavailabilias senyawa hidrokarbon bagi mikroorganisme. Pada penelitian ini dilakukan bioremediasi terhadap minyak bumi dengan cara mengoptimalkan keempat faktor tersebut menggunakan teknik pengomposan. Dilakukan dua pendekatan yaitu secara biostimulasi dan bioaugmentasi. Pada perlakuan biostimulasi, tanah tercemar ditambahkan agen penggembur dan nutrisi bagi mikroorganisme, sedangkan pada perlakuan bioaugmentasi ditambahkan agen penggembur, nutrisi dan jamur pelapuk putih. Monitoring proses bioremediasi dilakukan dengan cara mengukur beberapa parameter yang berperan dalam bioremediasi secara berkala. Parameter yang diuji antara lain suhu, pH, kelembapan, Total Petroleum Hydrocarbon, jumlah dan keberadaan mikroorganisme, uji toksisitas, uji respirasi mikroorganisme serta identifikasi komponen senyawa penyusun minyak bumi. Bioremediasi selesai ketika nilai total petroleum hydrocarbon tanah terkontaminasi turun hingga di bawah 1%.

Tujuan Aksi


Meneliti dan mengembangkan teknik bioremediasi menggunakan jamur


Action report

Tahap Perencanaan
Target :

Rp 0

0

Relawan


  Pencapaian :
Donasi
  Rp. 0
Relawan
  0 relawan
  • Penelitian mengenai mikoremediasi

    aksi 2 tahun lalu oleh yahdini qornin mardiyah
    JUDUL: Penggunaan Jamur Pelapuk Putih sebagai Agen Bioremediasi Minyak Bumi RINGKASAN EKSEKUTIFAktivitas industri dan penggunaan minyak bumi berpotensi menyebabkan terpaparnya minyak bumi ke lingkungan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no 85 tahun 1999, minyak bumi termasuk ke dalam jenis limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Minyak bumi yang terpapar ke lingkungan… lanjut baca »
    • 0 Komentar