Peningkatan Mutu Genetik Ternak Lokal

oleh Irma pada Lintas Isu 
Peningkatan Mutu Genetik Ternak Lokal

Ringkasan Executive Broiler dan layer merupakan ternak yang banyak dikembangkan di industri perunggasan. Kedua jenis ayam tersebut merupakan tipe ayam pedaging dan petelur yang telah berhasil dimuliakan melalui program seleksi dan perkawinan yang ketat dalam jangka waktu yang sangat lama. Keseragaman genetik yang tinggi telah membuat kedua jenis ayam tersebut… Detil Aksi »

Penjelasan

Summary/Latar Belakang Aksi


Ringkasan Executive

Broiler dan layer merupakan ternak yang banyak dikembangkan di industri perunggasan. Kedua jenis ayam tersebut merupakan tipe ayam pedaging dan petelur yang telah berhasil dimuliakan melalui program seleksi dan perkawinan yang ketat dalam jangka waktu yang sangat lama. Keseragaman genetik yang tinggi telah membuat kedua jenis ayam tersebut dikomersialisasi dalam skala industri besar-besaran di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dampak negatif akibat keseragaman genetik yang tinggi tersebut terasa ketika kasus avian influenza melanda dunia perunggasan dalam negeri. Jutaan ayam broiler dimusnahkan, bahkan virus tersebut telah menular juga kepada manusia karena bersifat zoonosis.

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas kedua di dunia setelah Brazil memiliki banyak sumber daya genetik ternak lokal. Sapi bali merupakan satu-satunya sapi hasil domestikasi langsung dari banteng yang hanya dimiliki oleh Indonesia. Indonesia pun dipercaya sebagai pusat domestikasi untuk ayam mengingat tingkat keberagaman ayam lokal di Indonesia yang sangat tinggi dan berbeda. Aneka keunggulan kualitatif dimiliki oleh ternak lokal yang hidup di daerah tropis seperti resistensi terhadap beberapa macam virus dan parasit dan adaptif terhadap suhu dan kelembaban yang tinggi.

Upaya untuk mengidentifikasi sifat-sifat kuantitatif yang bernilai ekonomis dengan pendekatan genetik pada ternak lokal khususnya unggas masih jarang dilakukan. Ayam kampung dan itik merupakan dua jenis unggas yang banyak dibudidayakan secara tradisional dan tersebar luas di peternakan rakyat. Kendala yang masih sering dihadapi pada budidaya kedua jenis ternak tersebut adalah pertumbuhan yang lambat dan produksi telur yang rendah. Seleksi yang cepat dengan pendekatan genetik diharapkan mampu memberikan manfaat bagi peternak melalui diseminasi hasil-hasil penelitian.

Pertumbuhan badan dan produksi telur merupakan sifat kuantitatif yang sangat bernilai ekonomis. Upaya untuk meningkatkan kedua sifat tersebut dapat dilakukan melalui manipulasi lingkungan seperti lingkungan pakan dan obat-obatan. Akan tetapi, upaya tersebut masih bersifat temporal dan tidak diwariskan kepada keturunannya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dan bersifat permanen karena diwariskan kepada keturunannya adalah melalui pendekatan secara genetik. Gen growth hormone (Gh) merupakan gen yang banyak mengendalikan sifat pertumbuhan. Sedangkan produksi telur berkaitan dengan regulasi gen prolaktin (prl). Identifikasi genotipe kedua jenis gen tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan molekuler yaitu ekstraksi DNA dan analisis PCR melalui sampel darah.

Sebagaimana diketahui, DNA merupakan unit hereditas yang mengatur pewarisan sifat dari tetua ke keturunannya. Analisis PCR (Polymerase Chain Reaction) dapat mengcopy DNA dalam waktu yang singkat dengan jumlah yang sangat banyak sehingga identifikasi genotipe suatu ternak dapat diketahui. Sumber sampel DNA dapat diperoleh dari sampel darah yang dikoleksi langsung dari ternak-ternak yang dipelihara di peternakan rakyat. Identifikasi genotipe ternak tersebut akan menjawab pertanyaan mengenai pola gen (polimorfik atau monomorfik) tersebut dalam mengontrol sifat-sifat produksi. Informasi mengenai pola gen yang polimorfik yang diasosiasikan dengan sifat-sifat produksi (pertumbuhan dan produksi telur) dapat mempercepat proses seleksi yang menghemat waktu, dana, dan tenaga.

 

Tujuan Aksi


 

Mengidentifikasi keragaman gen pertumbuhan (Gh) dan produksi telur (prl) pada terna

Tim Pelaksana


Dr. Ir. Sri Darwati, M.Si

Irma, S.Pt

Peternak itik

Peternak ayam

Fakultas Peternakan IPB

 


Action report

Tahap Perencanaan
Target :

Rp 50.000

500

Relawan


  Pencapaian :
Donasi
  Rp. 0
Relawan
  0 relawan
  • Peningkatan Mutu Genetik Ternak Lokal

    aksi 2 tahun lalu oleh Irma
    Ringkasan Executive Broiler dan layer merupakan ternak yang banyak dikembangkan di industri perunggasan. Kedua jenis ayam tersebut merupakan tipe ayam pedaging dan petelur yang telah berhasil dimuliakan melalui program seleksi dan perkawinan yang ketat dalam jangka waktu yang sangat lama. Keseragaman genetik yang tinggi telah membuat kedua jenis ayam tersebut… lanjut baca »
    • 0 Komentar