Investasikan Energimu Untuk Bumi

ditulis pada 12 February 2012, 03:54:03

Salam Rimba!!
Salam hangat dari saya,
Kali ini saya akan mencoba membahas tentang Investasikan Energimu Untuk Bumi, Kit sebagai pemuda Indonesia mempunyai peran yang sangat penting untuk melestarikan lingkungan.

Memang kalau bicara mengenai bumi, tentunya akan berkaitan dengan hutan, kenapa?, karena tidak dapat dipungkiri bahwa semua makhluk hidup yang ada di bumi membutuhkan hutan karena hutanlah sumber oksigen yang dibutuhkan untuk pernafasan, mencegah erosi, dan mengurangi efek banjir daan penghaasil air yang baik. Sekarang dengan isu perubahan iklim di dunia kita bisa melihat bahwa tidak ada teknologi di dunia yang bisa mengambil menyerap karbondioksida dari atmosfer selain tanaman dan itu adanya dari hutan.
Saya mencoba mengambil dari masalah yang baru saja terjadi, misalnya saja konversi hutan menjadi lahan kebun kelapa sawit yang sekaligus berakibat buruk terhadap populasi di dalam hutan tersebut contohnya orangutan, kita lihat orangutan dibantai karena dianggap hama oleh pihak-pihak yang akan mendirikan usaha (kelapa sawit) di hutan tersebut dan merubah masyarakat sekitar menjadi pemburu orangutan, masyarakat menerima itu karena mengutamakan hasrat ekonominya tanpa memikirkan dampaknya kalau saja hutan tanpa orangutan.
Padahal menurut penelitian, bahwa apabila di dalam hutan terdapat populasi orangutan yang sehat, maka akan sehat juga hutan tersebut dan berbeda dengan hutan tanpa populasi orangutan. Padahal sudah jelas bahwa manusia butuh hutan, hutan butuh orangutan untuk menjadikan hutan tersebut lestari, dan itu berarti orangutan mempunyai peran terhadap kehidupa manusia. Sekarang, dengan adanya isu perubahan iklim tadi, Indonesia datang dengan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia datang dengan solusi perubahan iklim dunia yaitu orangutan. Maka sebenarnya menjadi tanggung jawab kita untuk membantu orangutan tetap hidup di hutan, dan itu bukan hanya menjadi tanggung jawab kita, LSM, atau pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab privat sektor yang membuka usaha dikawasan kelapa sawit.
Sedikit keluar dari masalah di atas, sekarang, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak bukti ilmiah yang mampu menjelaskan bentuk-bentuk ketergantungan kehidupan dan perkembangan peradaban manusia dimuka bumi ini terhadap hutan. Barang dan jasa yang dihasilkan hutan telah, sedang dan akan selalu menjadi kebutuhan pokok bagi kelangsungan kehidupan dan perkembangan peradaban manusia (Suhendang, 1999). Beberapa hasil penelitian yang dihasilkan oleh negara maju memberikan petunjuk bahwa jasa, terutama jasa lingkungan yang dapat diberikan oleh hutan yang masih utuh, tidak akan dapat digantikan oleh bentuk jasa lain yang bersifat buatan yang dapat dihasilkan oleh umat manusia dengan menggunakanh ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu dihasilkannya dalam kehidupan di muka bumi ini (Gardner dan Engelman, 1999).
Sementara itu dengan tingginya jumlah penduduk dunia yang terus meningkat dari waktu ke waktu yang diikuti dengan peningkatan kemakmuran kehidupannya, maka kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa hutan akan terus meningkat pula dari waktu ke waktu. Diduga, manusia dan mahkluk hidup lain di muka bumi akan memerlukan luas hutan yang selalu lebih luas dari luas hutan yang pernah ada sebelumnya. Padahal. berdasarkan data yang terekam sejak tahun 6000 SM sampai tahun 1995 luas lahan hutan dunia terus menurun. Kecenderungan ini diperkirakan akan terus terjadi hingga tahun 2010, bahkan mungkin tahun 2025 (Gardner dan Engelman, 1999). Dua kenyataan ini merupakan petunjuk bagi pentingnya pembatasan laju pertumbuhan populasi penduduk dunia, dan peningkatan produktivitas serta kualitas hutan di seluruh muka bumi ini. Hanya apabila laju pertumbuhan populasi penduduk dunia dapat dikurangi dan dikendalikan serta produktivitas dan kualitas hutan dapat ditingkatkan secara cukup berarti, maka kebutuhan seluruh kehidupan terhadap barang dan jasa dari hutan akan mampu disediakan olah hutan. Jika tidak, maka akan terjadi kesenjangan antara kebutuhan dengan persediaan barang dan jasa hutan dari waktu ke waktu di dunia akan makin besar terus. Jika hal ini terjadi, maka kehidupan manusia berikut makhluk hidup lain di muka bumi akan terus menurun dari waktu ke waktu yang akhirnya akan merana keberadaannya.
Aktivitas hidup manusia semula diperkirakan hidup dimulai dari dalam hutan. Hampir seluruh permukaan bumi pada waktu itu tertutup oleh hutan, sehingga tempat tinggal manusia juga di dalam hutan, di atas pepohonan, di bawah batu-batu besar, di dalam gua. Lingkungan hutan merupakan sumber daya hidup bagi mereka yang menjamin seluruh kebutuhannya. Adaptasi manusia yang aktif telah mempengaruhi keadaan hutan, sebagian hutan yang telah terjamah atau rusak oleh dampak kebudayaan manusia. Apabila kita tidak hati-hati, maka umat manusia kelak akan kehilangan kekayaan berupa hutan yang tak ternilai harganya. Eksploitasi hutan yang sangat tinggi mengakibatkan buruknya kondisi hutan dan keseimbangan bahkan akan mendatangkan malapetaka. Sebagian manusia tidak mengetahui bahwa di dalam hutan berlangsung berbagai interaksi sangat rumit yang menjaga dan menjamin keseimbangan ekosistem, sehingga kehancuran tidak akan terjadi. Akan tetapi pada saat ini hanya untuk mengejar perkembangan ekonomi saja, sehingga perhitungannya kurang cermat karena hanya mengejar keuntungan sesaat seringkali mengorbankan kelestarian hutan dikorbankan. Banyak manusia yang cenderung berkeinginan memperoleh keuntungan sebanyak mungkin, yang mengakibatkan keausan dan kerusakan hutan dengan disadari atau tidak disadari. Dengan kondisi hutan yang terlanjur rusak sama sekali harus secepatnya dilakukan rehabilitasi hutan, melalui reboisasi agar keberadaan hutan menjadi seimbang.
Untuk itu, usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam atau untuk melindungi suatu jenis sumberdaya sekaligus investasi kita terhadap bumi maka perluadanya konservasi. Konservasi dimaksudkan sebagai penggunaan sumberdaya yang bijaksana sepanjang waktu. Hal ini berbeda- beda bagi masing - masing tipe sumberdaya. Untuk sumberdaya yang tak pulih (exhaustible resuorces), konservasi dimaksudkan agar dapat kebutuhan dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya untuk mengurangi tingkat konsumsi, atau menggunakan teknologi baru yang menghemat penggunaan sumberdaya dalam seperti beralihnya penggunaan dari minyak ke energi surya. Bagi sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources), konservasi dimaksudkan untuk mengurangi pemborosan baik yang bersifat ekonomi maupun sosial, dan sekaligus memaksimumkan penggunaan secara ekonomis. Untuk sumberdaya bioligis, penggunaan yang bijaksana dimaksudkan sebagai penggunaan yang menghasilkan penerimaan bersih yang maksimum, dan sekaligus dapat memperbaiki kapasitas produksinya.
Apabila kita berusaha menentukan tingkat optimum penggunaan sumberdaya alam , maka masalah - masalah penting akan timbul untuk masing­masing jenis sumberdaya itu. Perbedaan pendapat sering terjadi karena terbatasnya waktu perencanaan seorang pelaksana dalam menentukan pilihan tentang tingkat bunga, dan permasalahan tentang biaya dan penerimaan yang diharapkan. Perencanaan harus melakukan pilihan antara pengambilan sumberdaya pada waktu sekarang atau sumber daya disimpan dulu untuk penggunaan di masa yang akan datang.
Faktor - faktor seperti tingginya penerimaan sosial ekonomi yang diharapakan, derajat preferensi waktu (time preference rate), kemauan menanggung resiko, tingginya biaya pengusahaan sumberdaya alam, ketidakpastian penawaran, permintaan dan harga di masa yang akan datang, sering mendorong adanya pengembangan dan perbaikan sumberdaya alam sedini mungkin. Faktor - faktor lain seperti tidak sempurnanya pasar, lembaga pemilikan yang tidak jelas, terbatasnya keuangan, tingginya biaya pengolahan, kurangya permintaan akan produk tersebut, serta harapan akan tingginya harga di masa yang akan datang, dapat menyebabkan para pemilik sumberdaya alam menangguhkan usaha pembangunan yang dimungkinkan.
Sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui (exhaustible) biasanya dapat dihemat dengan mudah, sedangkan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) biasanya mudah diboroskan dan hilang dengan mudah, karenya seringkali pemilik sumberdaya yang dapat diperbaharui itu mengambil kebijakasanaan untuk menggunakaannya saja. Sebagian orang bertindak sebagai spekulator dengan harapan mendapatkan penerimaan yang lebih tinggi dengan menunda penggunaan di kemudian hari. Sebaliknya sebagian orang lainnva justru ingin segera menggunakannya sekarang karena takut kalau dikemudian hari nilai sumberdaya alam tersebut justru akan menurun.
Penggunaan sumberdaya alam yang bijaksana adalah penggunaan yang menghasilkan penerimaan dan kepuasan ekonomi yang maksimal. Hal ini akan dijelaskan sehubungan dengan masing - masing jenis sumberdaya alam.
Penggunaan alam yang dapat diperbaharui atau yang pulih dapat digunakan secara bijaksana yaitu untuk menghasilkan penerimaan dan kepuasan ekonomi yang maksimum dengan mengusahakannya untuk bermacarn - macam tujuan. Sebagai contoh air sungai dapat digunakan untuk mengairi sawah, dapat juga untuk kegiatan pelayanan komersial, untuk pembangunan PLTA, dan untuk rekreasi.
Setiap pengelola sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui (exhaustible resources) pasti mengetahui bahwa sumberdaya alam yang ada dibawah kekuasaanya tidak akan selamanya berada dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga pengambilan sumberdaya alam ini tidak akan memberikan penawaran yang cukup. Oleh karena itu harus dipikirkan agar dengan sumberdaya dalam yang terbatas ini dapat diciptakan kegunaan yang tinggi. Perencanaan untuk pengambilan yang lebih awal memang lebih mudah dan akan memberikan biaya pengambilan yang tidak terlalu tinggi. Yang menjadi masalah ialah bagaimana memaksimumkan nilai sekarang (present value) sesuai dengan skala dan waktu yang optimum. Yang diharapkan oleh pengelola dalam menentukan skala waktu yang optimum ialah bahwa skala pengambilan sumberdaya tersebut akan dapat mendatangkan keuntungan yang maksimum dan dalam waktu yang selama mungkin.

Konservasi dan penggunaan sumberdaya biologis secara bijaksana ditujukan untuk pelaksanaan pengaturan yang memaksimumkan penerimaan bersih pengelola, yaitu bahwa dalam waktu yang bersamaan dapat memelihara dan memperbaiki kapasitas sumberdaya tersebut uiituk masa mendatang. Tanaman pangan tumbuh dan berkembang selama beberapa bulan, sedangkan peternakan, tanaman keras dan hutan memerlukan waktu beberapa tahun. Masalah ekonomi yang perlu diperhatikan di sini adalah waktu yang optimum bagi pelaksanaan usahanya. Oleh karenanya perlu diperhatikan tingkat diskonto yang akan dipakai untuk menghitung nilai sekarang dari investasi dalam bidang sumberdaya alam. tingkat diskontol yang rendah akan menghasilkan nilai sekarang yang tinggi.
Konservasi sumberdaya tanah merupakan suatu sistem penggunaan dan pengelolaan tanah yang disiarkan atas pembawaan atau keadaaan tanah itu sendiri, yang meliputi penerapan cara - cara atau praktek - praktek terbaik yang diketahui yang ditujukan untuk memperoleh produksi tertinggi tanpa merusak tanah yang bersangkutan. Oleh karena itu konservasi tanah lebih diartikan sebagai penggunaan tanah yang tepat, melindungi tanah dari erosi, memperbaiki tanah yang buruk mutunya, melindungi kelembaban untuk kebutuhan tanaman, kombinasi pertanian kering dan pengairan sesuai dengan kebutuhan, yang semuanya dimaksudkan untuk mendapatkan nilai maksimum. Dengan definisi yang luas ini, maka konservasi tanah hendaknya merupakan suatu alat untuk penataan penggunaan tanah yang baik. Pengelola selamanya dapat memilih di antara berbagai alternatif praktek pengaturan.

Diskusi [1]

Diskusikan konten ini bersama para sobat bumi. Komentar, pertanyaan, masukan, maupun sanggahan dapat ditulis di form Diskusi berikut. close
Nidya Tiya
2 tahun lalu

yups... Aku investasikan energiku untuk bumi... Meski terkadang ada dilema sosial karena pengaruh lingkungan hedonis sangat kuat.... nidyatv.blogspot.com

0 diskusi,  0 tidak suka

Tulis Diskusi

Untuk berdiskusi, silahkan login terlebih dahulu