Teknik Persemaian Permanen

ditulis pada 19 November 2011, 03:04:50

Persemaian permanen adalah kegiatan produksi bibit, baik melalui cara vegetatif maupun generatif, yang dilaksanakan secara menetap dengan memanfaatkan teknologi modern. Salah satu persemaian permanen yang akan digunakan untuk percontohan di beberapa wilayah di Indonesia terletak di Cimanggis. Persemaian permanen ini terletak di areal Unit Pusat Kearsipan Kementerian Kehutanan Jalan Raya Bogor Km 37,2, Jatijajar, Tapos, Depok, Jawa Barat. Persemaian ini menempati areal seluas 1,8 hektare dengan kapasitas produksi 1-1,5 juta batang per tahun. Jenis bibit yang diproduksi antara lain kayu-kayuan seperti mahoni, akasia, serta eukaliptus) dan jenis lain seperti sukun, mangga, dan avokad. Pusat Persemaian Cimanggis ini dibangun oleh Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan mitra kehutanan yang bergerak di bidang usaha hutan tanaman dalam mendukung upaya penghijauan lingkungan masyarakat pada umumnya dan wilayah Jabodetabek pada khususnya.

PROSES PRODUKSI BIBIT

Mother Plan %uF0E0 Production House %uF0E0 Rooting Area/Germination Area %uF0E0 Open Area %uF0E0 Bibit Siap Tanam

1. Mother Plan Greenhouse
Ini merupakan sumber tunas yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk produksi cutting/stek. Persemaian Permanen Cimanggis memiliki dua unit Mother Plant Greenhouse yang masing-masing berukuran 9,6 x 2,4 meter. Tanaman di Mother Plant Greenhouse dipertahankan sampai berumur 18 bulan, setelah itu diganti dengan tanaman yang baru karena produktivitas tumbuh tunas tanaman induk sudah mulai menurun.

2. Production House
Ini merupakan tempat berlangsungnya produksi bibit secara vegetatif ataupun generatif. Itu antara lain berupa penyiapan media, perlakuan terhadap benih, dan penanaman benih atau stek ke media. Persemaian Permanen Cimanggis memiliki satu unit Production House berukuran 12 x 10 meter.

3. Rooting Area/Germination Area
Benih atau stek yang sudah dimasukkan ke dalam polytube/bak tabur disimpan ke dalam area ini untuk mempercepat perakaran dan perkecambahan. Di Persemaian Permanen Cimanggis, area ini berukuran 9,6 x 24 meter sebanyak dua unit dengan kapasitas produksi 176.640 batang per bulan.

4. Open Area
Area terbuka ini digunakan untuk aklimatisasi/penyesuaian bibit dengan kondisi lapangan. Persemaian Permanen Cimanggis memiliki dua macam area ini, yaitu Open Area with Boom Irrigation (untuk bibit dengan media polytube) dan Open Area with Sprinke Irrigation (untuk bibit dengan media polybag). Open Area with Boom Irrigation berukuran 25 x 24 meter sebanyak dua unit. Sementara itu, Open Area with Sprinke Irrigation sebanyak dua unit berukuran masing-masing 74 x 20 meter dan 68 x 12 meter.

5. Bibit Siap Tanam
Bibit dinyatakan siap tanam antara lain apabila telah mencapai tinggi minimal 30 cm, batang telah berkayu, serta sistem pengakaran padat dan banyak.

Sumber: Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS, dan Perhutani Sosial, 2010

Diskusi [0]

Diskusikan konten ini bersama para sobat bumi. Komentar, pertanyaan, masukan, maupun sanggahan dapat ditulis di form Diskusi berikut. close

Tulis Diskusi

Untuk berdiskusi, silahkan login terlebih dahulu